>>>>>>>langsug aja...

1. Peran ZOUMA mengawal Fellaini
Mourinho secara khusus memasang Kurt Zouma yang berposisi asli sebagai bek ke gelandang bertahan. Tugasnya adalah mengawal khusus Fellaini yang menjadi pemain kunci MU. Pemain asal Belgia tersebut memang menjadi target utama umpan mereka sepertiga akhir.

Badan Fellaini yang menjulang dan kuat cocok untuk menjalani peran tersebut. Menjadi tembok pantul umpan-umpan dan melakukan duel udara perebutan bola. Tetapi dalam laga kali ini Zouma berhasil memenangi duelnya dengan Fellaini.

Zouma tak pernah jauh berdiri dari Fellaini, terus menempel sepanjang pertandingan. Karena pengawalan tersebut akhirnya membuat pergerakan di sepertiga akhir MU terhambat. Tetapi pengawalan khusus Zouma ini juga punya efek ke permainan Chelsea. Nemanja Matic harus sendirian mengawal gelandang MU lainnya yakni Herrera dan Rooney.

2.Menutup jalur umpan lewat Pressing
Tapi Chelsea bisa mengeliminasi peran Fellaini dan tekanan MU tak semata karena peran Zouma. Mourinho dengan baik merancang sistem pertahanan dengan pressing yang tepat sehingga MU sangat sulit memasuki kotak penalti

Chelsea memilih untuk banyak menunggu ketimbang tampil menyerang terutama pada 45 menit pertama. Menunggu pemain MU untuk membuat kesalahan baru kemudian melakukan serangan balik cepat. Taktik tersebut diterapkan dengan cara melakukan pressing terhadap ruang di lini tengah.

Chelsea paham bahwa mengorbankan Zouma untuk fokus pada Fellaini membuat lini tengah mereka kalah jumlah pemain. Maka bertarung dengan menekan pemain MU yang sedang memegang bola bisa berakibat fatal. Yang mereka lakukan kemudian memotong jalur umpan ke lini tengah tim tamu.

Drogba dan Fabregas selalu siaga di depan saat bola pertama digulirkan di lini belakang MU. Hal ini berbeda dengan pemain lain yang memilih menunggu di belakang untuk bertahan. Strategi ini sebenarnya tidak terlalu berhasil membuat MU kesulitan mengembangkan permainan. Anak asuh Van Gaal masih bisa mendominasi lini tengah. Herrera masih cukup leluasa mengatur serangan dari belakang.

Akan tetapi, bagi orang dengan cara berpikir seperti Mourinho, hal itu tidak menjadi persoalan selama mereka bisa memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Mou hanya menunggu kapan strategi macam itu bisa memaksa MU melakukan blunder, dan itu cukup sekali saja.

3.Antisipasi Mourinho saat Van Gaal akan memborbardir sayap
Kondisi tertinggal tetapi sulit menciptakan peluang dan tampil tanpa banyak pemain kunci membuat Van Gaal tak punya pilihan banyak. Memasuki menit 70 manajer asal Belanda tersebut melakukan dua pergantian sekaligus, keduanya adalah pemain sayap. Menarik keluar Juan Mata dan Ashley Young serta memasukan Di Maria dan Adnan Januzaj.

Taktik yang sepertinya sudah terbaca oleh Mourinho karena tiga menit sebelumnya ia sudah melakukan antisipasi dengan mengganti Oscar dengan Ramires. Pasca masuknya Ramires tersebut permainan Chelsea menjadi sedikit berbeda. Kedua sayap tidak lagi mudah naik menyerang dan memilih untuk bermain hati-hati.

Jangan Lupa >>  Chelsea Fc Fans Page Online    << di like blues !