Klasifikasi dan Morfologi Artemia
Artemia merupakan zooplankton yang
diklasifikasikan ke dalam filum Arthropoda dan kelas Crustacea. Secara
lengkap sistemarika artemia dapat dijelaskan sebagai berikut.
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Subkelas : Branchiophoda
Ordo : Anostraca
Famili : Artemiidae
Genus : Artemia
Spesies : Artemia salina linn.
Kelas : Crustacea
Subkelas : Branchiophoda
Ordo : Anostraca
Famili : Artemiidae
Genus : Artemia
Spesies : Artemia salina linn.
Morfologi
Artemia sp. yang ditetaskan pada
salinitas 15-35 ppt akan menetas dalam waktu 24-36 jam. Larva artemia
yang baru menetas dikenal dengan nauplius. Nauplius dalam pertumbuhannya
mengalami 15 kali perubahan bentuk, masing-masing perubahan merupakan
satu tingkatan yang disebut instar (Pitoyo, 2004) . Pertama kali menetas
larva artemia disebut Instar I. Nauplius stadia I (Instar I) ukuran 400
mikron, lebar 170 mikron dan berat 15 mikrongram, berwarna orange
kecoklatan. Setelah 24 jam menetas, naupli akan berubah menjadi Instar
II, Gnatobasen sudah berbulu, bermulut, terdapat saluran pencernakan dan
dubur. Tingkatan selanjutnya pada kanan dan kiri mata nauplius
terbentuk sepasang mata majemuk. Bagian samping badannya mulai tumbuh
tunas-tunas kaki setelah instar XV kakinya sudah lengkap sebanyak 11
pasang. Nauplius menjadi artemia dewasa (Proses instar I-XV) antara 1-3
minggu (Mukti, 2004).
Telur artemia yang kering atau kista
berbentuk bulat cekung, berwarna coklat, berdiameter 200–300 mikron dan
di dalamnya terdapat embrio yang tidak aktif. Nauplius artemia mempunyai
tiga pasang anggota badan yakni antenna I yang berfungsi sebagai alat
sensor, antena II berfungsi sebagai alat gerak atau penyaring pakan dan
rahang bawah belum sempurna. Di bagian kepala antara ke dua antenna
terdapat bintik merah (ocellus) yang berfungsi sebagai mata nauplius.
Artemia dewasa berukuran 1–2 cm dengan sepasang mata majemuk dan 11
pasang thoracopoda. Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit, endopodit
dan epipodit yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan,
alat berenang dan alat pernapasan. Pada yang jantan, antenna II
berkembang menjadi alat penjepit dan pada bagian belakang perut terdapat
sepasang penis. Pada yang betina, antenna menjadi alat sensor dan pada
kedua sisi saluran pencernaan terdapat sepasang ovari. Telur-telur yang
telah masak dipindahkan dari ovari ke dalam sebuah kantong telur atau
uterus (Sumeru, 1984).
Pada tiap tahapan perubahan instar
nauplius mengalami moulting, artemia dewasa memiliki panjang 8-10 mm
ditandai dengan terlihat jelas tangkai mata pada kedua sisi bagian
kepala, antena berfungsi untuk sensori. Pada jenis jantan antena berubah
menjadi alat penjepit (muscular grasper), sepasang penis terdapat pada
bagian belakang tubuh, pada jenis betina antena mengalami penyusutan.
Ekologi
Artemia sp. secara umum tumbuh dengan
baik pada kisaran suhu 25-30 derajat celcius. Kista artemia kering tahan
terhadap suhu -273 hingga 100 derajat celcius. Artemia dapat ditemui di
danau dengan kadar garam tinggi, disebut dengan brain shrimp. Kultur
biomasa artemia yang baik pada kadar garam 30-50 ppt. Untuk artemia yang
mampu menghasilkan kista membutuhkan kadar garam diatas 100 ppt
(Kurniastuty dan Isnansetyo, 1995).
Reproduksi
Reproduksi
Chumaidi et al., (1990) menyatakan bahwa
perkembangbiakan artemia ada dua cara yakni partenhogenesis dan
biseksual. Pada artemia yang termasuk jenis parthenogenesis populasinya
terdiri dari betina semua yang dapat membentuk telur dan embrio
berkembang dari telur yang tidak dibuahi. Sedangkan pada artemia jenis
biseksual, populasinya terdiri dari jantan dan betina yang berkembang
melalui perkawinan dan embrio berkembang dari telur yang dibuahi.
Penetasan cystae Artemia
Sutaman (1993) mengatakan bahwa penetasan
cystae artemia dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu penetasan langsung
dan penetasan dengan cara dekapsulasi. Cara dekapsulasi dilakukan dengan
mengupas bagian luar kista menggunakan larutan hipoklorit tanpa
mempengaruhi kelangsungan hidup embrio.
Cara dekapsulasi merupakan cara yang tidak umum digunakan pada panti-panti benih namun untuk meningkatkan daya tetas dan meneghilangkan penyakit yang dibawa oleh cytae artemia cara dekapsulasi lebih baik digunakan (Pramudjo dan Sofiati, 2004).
Cara dekapsulasi merupakan cara yang tidak umum digunakan pada panti-panti benih namun untuk meningkatkan daya tetas dan meneghilangkan penyakit yang dibawa oleh cytae artemia cara dekapsulasi lebih baik digunakan (Pramudjo dan Sofiati, 2004).
Subaidah dan Mulyadi (2004) memberikan penjelasan langkah-langkah penetasan dengan cara dekapsulasi, sebagai berikut:
- Cystae artemia dihidrasi dengan menggunakan air tawar selama 1-2 jam;
- Cystae disaring menggunakan plankton net 120 mikronm dan dicuci bersih;
- Cystae dicampur dengan larutan kaporit/klorin dengan dosis 1,5 ml per 1 gram cystae, kemudian diaduk hingga warna menjadi merah bata;
- Cystae segera disaring menggunakan plankton net 120 mikronm dan dibilas menggunakan air tawar sampai bau klorin hilang, barulah siap untuk ditetaskan;
- Cystae akan menetas setelah 18-24 jam pemanenan dilakukan dengan cara mematikan aerasi untuk memisahkan cytae yang tidah menetas dengan naupli artemia.
Pramudjo dan Sofiati (2004) cystae hasil
dekapsulasi dapat segera digunakan (ditetaskan) atau disimpan dalam suhu
0°C – (- 4°C) dan digunakan sesuai kebutuhan. Dalam kaitannya dengan
proses penetasan Chumaidi et al. (1990) mengatakan kista setelah
dimasukan ke dalam air laut (5-70 ppt) akan mengalami hidrasi berbentuk
bulat dan di dalamnya terjadi metabolisme embrio yang aktif sekitar 24
jam kemudian cangkang kista pecah dan muncul embrio yang masih dibungkus
dengan selaput dan pada saat ini panen segera akan dilakukan.
Pengayaan Artemia
Pengayaan (enrichment) artemia dengan
menggunakan beberapa jenis pengkaya misalnya scout emultion, selco atau
vitamin C dan B kompleks powder dilakukan selama 2 jam (Suriawan,2004).
Selanjutnya diperjelas oleh Subyakto dan Cahyaningsih (2003) bahwa
pengayaan pakan alami menggunakan minyak ikan, minyak cumi-cumi, vitamin
ataupun produk komersial lainnya membutuhkan waktu 2-4 jam untuk
mendapatkan hasil yang baik. Artemia yang akan dilakukan pengayaan
adalah yang baru menetas (nauplius) (Mukti, 2004). BBAP Situbondo (2004)
mencatat bahwa pemberian tambahan vitamin C dengan cara pengayaan
dengan dosis 0,1 – 0,5 ppm pada media pengayaan artemia dapat
meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva kerapu. Syaprizal
(2006) juga memperoleh hasil dengan pengayaan vitamin C sebanyak 2 mg/l
ke artemia dapat meningkatkan kelulusan hidup benur udang windu dan
diperoleh kemungkinan adanya kelulusan hidup lebih tinggi dengan
penambahan dosis vitamin C.
Dekapsulasi Artemia
Dekapsulasi merupakan suatu proses untuk
menghilangkan lapisan terluar dari kista artemia yang keras (korion).
Proses ini dilakukan untuk mempermudah bayi artemia untuk keluar dari
sarangnya. Dan kalaupun tidak berhasil menetas kista yang telah
didekapsulisasi masih bisa diberikan kepada ikan/burayak dengan aman
karena korionnya sudah hilang sehingga akan dapat dicerna dengan mudah.
Disamping itu proses ini juga sekaligus merupakan proses disinfeksi
terhadap kontaminan seperti bakteri, jamur dll. Berikut merupakan
keuntugan dekapsulasi artemia tidak perlu adanya pemisahan nauplius dari
cangkang karena chorion cyst sudah dihilangkan, kandungan energi lebih
tinggi karena tidak dipakai untuk proses penetasan, cyst telah
disucihamakan melalui larutan hipokhlorit dapat langsung digunakan untuk
makanan larva.

1 Comments
Salam kenal Saya TKI DI MALAYSIA
ReplyDeleteMaaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya inilah kenyataannya...
Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (Arab Saudi) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 257 juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemaring saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
KI BARONG di Nomor telfon 0852 8895 8775 di jamin bantuan beliau 100% …
Atau,>>KLIK DISINI UNTUK INFO BANTUAN KI BARONG<<
BANTUAN DARI KI BARONG
1.PESUGIHAN
2.TOGEL
3. DANAH GHAIB
4.PENGGANDAAN UANG
5.UANG BALIK
6.PEMIKAT
7.PENGLARIS BISNIS (Jualan,Tokoh,warung)
8.PERLANJAR DALAM BERBAGAI HAL
Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Saudi semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi KI BARONG di nomor 0852 8895 8775 Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda memilih jln pintas buat masalah Anda.