Ikan jenis air tawar terdiri dari ikan
yang sangat mudah dipelihara dan diperbanyak. Pemeliharaan ini dapat
memberi keuntungan kepada petani ikan. semula jenis-jenis ikan ini liar
tetapi kemudian dapat dijinakkan setelah diketahui sifat sifat serta
keadaan lingkungan hidup yang dikehendaki, beberapa jenis ikan air tawar
antara lain adalah :
- Ikan Mujair (Tilapia Mosambica)
Ikan mujair dapat dipelihara dengan mudah
Ikan ini dapat hidup di air tawar dan di air payau berkembang biaknya
dapat dikatakan sangat cepat akan tetapi kurang baik dipelihara
dicampurkan dengan jenis ikan air tawar yang lain karena akan
menghabiskan makanan untuk ikan-ikan yang lain telurnya ditetaskan dalam
mulutnya yang kemudian disemburkan kemana-mana. Ikan mujair ini
termasuk jenis ikan pemakan segala makanan jadi sangat baik dipelihara
dikolam yang airnya banyak mengandung kotoran.
Ikan mujair adalah hewan bertulang
belakang yang hidup di air dan bernafas dengan insang kemudian Ikan ini
mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping
sangat mudah untuk bergerak di dalam air. Secara umum ciri-ciri memiliki
bentuk tubuh adalah pipih, bentuk mulut ikan mujair agak besar dan
mempunyai gigi yang halus, sirip dada dan sirip perut berwarna hitam
kemerahan, sirip pungung berduri tajam dan keras, Sirip dapat menentukan
arah gerak didalam air, memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan
air, memiliki suhu badan poikiloterm atau berdarah dingin yaitu suhu
badan disesuaikan dengan lingkungan dan berkembangbiak dengan cara
bertelur atau ovipar, panjang ikan mujair biasanya 2-3 kali badannya.
Sirip merupakan alat yang befungsi untuk
mengatur kedudukan dan gerakan serta arah gerakan maupun menjaga
keseimbangan pada posisi diam, sirip sangat berhubungan dengan bentuk
tubuh secara keseluruhan masing-masing sirip dikontrol oleh serangkaian
otot dan didukung pada bagian internal oleh sejumlah jari-jari tulang
rawan atau tulang keras.
- Ikan Tawes (Puntius Javanicus)
Sama halnya dengan ikan mujair ikan ini
dapat pula hidup di air tawar atau di air payau makanan berupa plankton
atau tumbuhan kecil yang terdapat dalam kolam tempat pemeliharaannya.
Disungai-sungai masih banyak ikan tawes yang hidup tanpa dipelihara
jenis ikan inipun dapat berkembang biak dengan cepat dan pemeliharaannya
dapat disatukan dengan jenis ikan yang lain misalnya ikan mas atau
nilem karena warna ikan ini putih kadang-kadang disebut ikan putihan,
ikan tawes yang hidup bebas di sungai-sungai berpijah pada awal musim
penghujan sedangkan yang telah dipelihara dikolam-kolam bisa berpijah
setiap saat.
Ikan tawes termasuk ke dalam family
Cyprinidae seperti ikan mas dan ikan nilem bentuk badan agak panjang dan
pipih dengan punggung meninggi, kepala kecil, moncong meruncing, mulut
kecil terletak pada ujung hidung, sungut sangat kecil. Di bawah garis
rusuk terdapat sisik 5½ buah dan 3½ buah diantara garis rusuk dan
permulaan sirip perut. Garis rusuknya sempurna berjumlah antara 29-31
buah. Badan berwarna keperakan agak gelap di bagian punggung pada mocong
terdapat tonjolan-tonjolan yang sangat kecil. Sirip punggung dan sirip
ekor berwarna abu-abu atau kekuningan dan sirip ekor bercagak dalam
dengan lobus membulat, sirip dada berwarna kuning dan sirip dubur
berwarna orange terang sirip dubur mempunyai 6½ jari-jari bercabang
(Kottelat et al,1993).
- Ikan Tambakan (Helastoma Temmineki).
punggung ditumbuhi duri-duri, bentuk
badannya gepeng, ikan jenis ini sangat baik untuk dipelihara di kolam
yang banyak diganggu ular pemakan ikan. Makanan ikan jenis ini berupa
lumut-lumut halus sekali. Induknya dapat menghasilkan bibit yang banyak
hanya saja ia bertelur pada masa-masa tertentu.
Ikan Tambakan (Helostoma temmincki)
Bentuk mulut proctractile yaitu mullut dapat disembulkan, celah mulut
horizintal sangat kecil, rahang atas dan bawah sama, bibir tebal dan
mempunyai deretan gigi yang ujungnya tajam (Susanto, 1997). Ikan
tambakan menyukai keadaan yang sedikit agak hangat yang biasanya
terletak pada ketinggian 150-750 m dari permukaan laut. Kisaran
temperatur 25-30 °C dan pH netral (Susanto, 1984).
- Ikan Mas ( Cyprinus Carpic).
jenis ini banyak sekali dipelihara di
sawah dan dikolam Dapat hidup didaerah dataran rendah ataupun dataran
tinggi hidupnya terutama dari makanan berupa cacing-cacing dan
bermacam-macam binatang air yang kecil juga senang pada dedak, ampas dan
sebagainya.
Secara umum ikan mas memiliki bentuk
tubuh yang agak memanjang dan sedikit memipih ke samping tipe mulut
terminal dapat disembulkan, terdapat dua pasang sungut dan tidak
bergerigi di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal
teeth) yang terbentuk atas tiga baris gigi geraham. Tipe sisik pada ikan
ini adalah lingkaran (cycloid) yang terletak beraturan garis rusuk (linea lateralis)
yang lengkap terletak di tengah tubuh dengan posisi melintang dari
tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor (Lentera 2004).
Hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi
sisik kecuali pada beberapa varietas yang hanya memiliki sedikit sisik.
Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe
sikloid (lingkaran). Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian
belakang berjari keras dan di bagian akhir (sirip ketiga dan keempat)
bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sisip
perut (ventral). Sirip duburnya (anal) mempunyai ciri seperti sirip
punggung yaitu berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. garis
rusuknya (linea lateralis atau gurat sisi) tergolong lengkap berada di
pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampai ke
ujung belakang pangkal ekor. Ikan mas tergolong ikan air tawar namun
ikan ini terkadang dapat ditemukan di perairan payau atau di muara
sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-300/00.
- Ikan Gurami (Osphoronemus Goramy)
jenis ikan ini hidup dari makanan berupa
daun-daun ubi kayu, pepaya, talas ubi jalar dan sebgainya juga senang
terhadap rayap dan binatang air kecil lainnya. Jenis ikan ini agak
lambat pertumbuhannya mereka membuat sarang dari rumput-rumputan, sabut
dan sebagainya.
Ikan yang lebar dan pipih panjang tubuh
(SL, standard length) 2,0-2,1 kali tinggi tubuh panjang tubuh total
(dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari
pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang
serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras
atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak) sementara sirip dubur (anal) X-XI
dan 20-23. Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10
pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna
ini memudar dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur.
- Ikan Nilem (Osteochilus Hasellti)
Jenis ikan ini mudah berkembang biak pada
kolam atau sawah yang airnya selalu mengalir lebih disukai air yang
jernih, makanannya berupa lumut-lumut halus. Ikan nilem (Osteochilus hasselti)
merupakan ikan endemik (asli) Indonesia yang hidup di sungai-sungai dan
rawa-rawa. Ciri-ciri ikan nilem hampir serupa dengan ikan mas
ciri-cirinya yaitu pada sudut-sudut mulutnya terdapat dua pasang
sungut-sungut peraba. Sirip punggung disokong oleh tiga jari-jari keras
dan 12-18 jari-jari lunak. Sirip ekor berjagak dua bentuknya simetris
sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak, irip
perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan 13-15 jari-jari lunak. Jumlah
sisik-sisik gurat sisi ada 33-36 keping, bentuk tubuh ikan nilem agak
memenjang dan piph ujung mulut runcing dengan moncong (rostral) terlipat
serta bintik hitam besar pada ekornya merupakan ciri utama ikan nilem.
Ikan ini termasuk kelompok omnivora makanannya berupa ganggang penempel
yang disebut epifition dan perifition (Djuhanda, 1985).
- Ikan Sepat Siam ( Trichogaster Pectoralis )
adalah jenis ikan rawa yang enak rasa
dagingnya oleh karena itu banyak dijadikan ikan kering dan dijual
dipasar-pasar. Makanannya berupa plankton-plankton dan tumbuhan air yang
kecil-kecil jenis ikan ini suka membuat sarang busa disekitar
tumbuh-tumbuhan air. Karena itu ia sangat senang hidup dirawa-rawa yang
banyak tumbuhan.
Sepat siam (Trichogaster pectoralis) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae)
di Jawa Timur ia juga dikenal dengan nama sliper. Dalam bahasa Inggris
disebut Siamese gourami (Siam adalah nama lama Thailand) atau snake-skin
gouramy merujuk pada pola warna belang-belang di sisi tubuhnya. Ikan
rawa yang bertubuh sedang panjang total mencapai 25 cm lebar, pipih,
dengan mulut agak meruncing.
Sirip-sirip punggung (dorsal) ekor, sirip
dada dan sirip dubur berwarna gelap sepasang jari-jari terdepan pada
sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau
pecut yang memanjang hingga ke ekornya dilengkapi oleh sepasang duri dan
2-3 jumbai pendek. Rumus sirip punggungnya VII (jari-jari keras atau
duri) dan 10–11 (jari-jari lunak) dan sirip anal IX-XI, 36–38.
Ikan yang liar biasanya berwarna perak
kusam kehitaman sampai agak kehijauan pada hampir seluruh tubuhnya.
Terkadang sisi tubuh bagian belakang nampak agak terang berbelang-belang
miring sejalur bintik besar kehitaman yang hanya terlihat pada individu
berwarna terang terdapat di sisi tubuh mulai dari belakang mata hingga
ke pangkal ekor.
- Ikan Gabus (Channa striata)
Ikan Gabus (Channa striata)
merupakan ikan liar tawar yang potensial di dosmestikasi ikan ini sejak
lama dikenal sebagai ikan kosumsi yang cukup populer di semua pasar
(Cahyono, 2000). Djuhanda (1981) mendeskripsikan Ikan Gabus ( Channa striata)
memiliki bentuk tubuh hampir bulat panjang makin kebelakang makin
menjadi gepeng. Punggungnya cembung, perutnya rata, sirip punggung lebih
panjang dari sirip dubur, sirip yang pertama disokong oleh 38-45
jari-jari lunak, sirip yang disebut belakangan disokong oleh 23-27
jari-jari sirip dada lebar dengan ujung membulat disokong oleh 15-17
jari-jari lunak. Gurat sisi ada 52-57 keping, panjang tubuhnya dapat
mencapai 100 cm.
- Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki
bentuk tubuh pipih ke arah vertikal (kompres) dengan profil empat
persegi panjang ke arah anterior posterior. Posisi mulut terletak di
ujung hidung (terminal) dan dapat disembulkan. Pada sirip ekor tampak
jelas garis-garis vertikal dan pada sirip punggungnya garis tersebut
kelihatan condong letaknya. Ciri khas nila adalah garis-garis vertikal
berwarna hitam pada sirip ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip
caudal (ekor) dengan bentuk membulat terdapat warna kemerahan dan bisa
digunakan sebagai indikasi kematangan gonad pada rahang terdapat bercak
kehitaman. Ujung sirip punggung nila lebih panjang daripada pangkal
ekornya dan bibir relatif lebih tebal perut berwarna putih dan tubuh
relatif lebih tinggi sisik di bawah dagu lebih cerah. Ujung sirip
punggung lurus dengan pangkal ekor perut mengembung dan dagu tidak
menonjol. Sirip-sirip pada ikan umumnya ada yang berpasangan dan ada
yang tidak. Sirip punggung, sirip ekor dan sirip dubur disebut sirip
tunggal atau sirip tidak berpasangan sirip dada dan sirip perut disebut
sirip berpasangan. Macam-macam sirip ekor dapat dibedakan berdasarkan
bentuk sirip tersebut bentuk sirip ekor ikan ada yang simetris apabila
lembar sirip ekor bagian dorsal sama besar dan sama bentuk dengan lembar
bagian ventral ada pula bentuk sirip ekor yang asimetris yaitu bentuk
kebalikannya.
Bentuk-bentuk sirip ekor yang simetris
yaitu bentuk-bentuk utama sirip ekor membulat, bersegi, sedikit cekung
atau berlekuk tunggal, bulan sabit, bercagak, meruncing, lanset, pada
Nila (Oreochromis niloticus) memiliki sirip berbentuk bersegi.
Bentuk dan ukuran serta jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran
bagaimana kehidupan ikan tersebut sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran
yang beraneka macam yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar, sisik sikloid dan stenoid merupakan
sisik yang kecil, tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan
sisik yang lembut. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus
menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang
lembut sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak
berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai
tipe sisik yang kasar. Sisik sikloid berbentuk bulat pinggiran sisik
halus dan rata sementara sisik stenoid mempunyai bentuk seperti sikloid
tetapi mempunyai pinggiran yang kasar pada ikan nila mempunyai sisik
ganoid yang besar dan kasar.
Bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat
menggambarkan habitat ikan tersebut ikan-ikan yang berada di bagian
dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan ikan
pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan
pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat
ditonjolkan keluar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi
dengan jari-jari insang yang panjang dan lemas untuk menyaring
plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi
ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya.
Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang
dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang ikan dengan mangsa
berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.
- Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell)
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus
Burchell) memiliki morfologi yang mirip dengan lele lokal (Clarias
batrachus). Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, kepala gepeng dan batok
kepalanya keras, tidak bersisik dan berkulit licin, mulut besar, warna
kulit badannya terdapat bercak-bercak kelabu seperti jamur kulit manusia
(panu). Ikan lele dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid,
mudfish dan walking catfish.8 Ciri-ciri morfologis lele dumbo lainnya
adalah sungutnya. Sungut berada di sekitar mulut berjumlah delapan buah
atau 4 pasang terdiri dari sungut nasal dua buah, sungut mandibular luar
dua buah, mandibular dalam dua buah, serta sungut maxilar dua buah.
Ikan lele mengenal mangsanya dengan alat penciuman, lele dumbo juga
dapat mengenal dan menemukan makanan dengan cara rabaan (tentakel)
dengan menggerak-gerakan salah satu sungutnya terutama mandibular
(Santoso, 1994). Lele dumbo mempunyai lima buah sirip yang terdiri dari
sirip pasangan (ganda) dan sirip tunggal. Sirip yang berpasangan adalah
sirip dada (pectoral) dan sirip perut (ventral), sedangkan yang tunggal
adalah sirip punggung (dorsal), ekor (caudal) serta sirip dubur (anal).
Sirip dada ikan lele dumbo dilengkapi dengan patil atau taji tidak
beracun. Patil lele dumbo lebih pendek dan tumpul bila dibandingkan
dengan lele lokal (Santoso, 1994).
- Ikan Patin (Pangasius)
Ikan patin Secara anatomi ikan ini
memiliki bentuk tubuh memanjang dan agak pipih tubuh dominan berwarna
putih seperti perak sedangkan bagian punggung berwarna kebiru–biruan.
Patin memiliki tubuh yang licin tanpa sisik (Amri & Khairuman 2008).
Secara umum tubuh ikan patin terdiri dari tiga bagian yaitu kepala,
badan dan ekor. Kepala ikan ini relatif kecil jika dibandingkan dengan
ukuran badannya bentuk kepalanya agak pipih dengan batok kepala yang
keras, mata dan hidung memiliki ukuran yang kecil. Mulutnya memiliki
celah yang lebar dengan dua pasang sungut atau kumis pada bagian maksila
dan mandibula. Sungut ini merupakan ciri khas catfish (ikan berkumis
seperti kucing) yang berfungsi sebagai indra peraba saat berenang dan
alat pencari pakan di dalam rongga mulut ikan ini memiliki gigi palatin
yang terpisah dari tulang vomer. Penutup insang pada bagian kiri dan
kanan kepalanya tidak terlalu besar sehingga tidak menutupi seluruh
bagian kepala (Dewi 2011). Sama halnya dengan ikan–ikan lainnya ikan
patin memiliki berbagai bentuk sirip di beberapa bagian tubuhnya. Sirip
pada bagian punggung berupa jari–jari keras yang berubah menjadi patil
yang bergigi dan besar di sebelah belakangnya. Jari-jari lunak pada
sirip punggungnya terdapat 6-7 buah. Selain jari-jari keras dan lunak
pada bagian punggungnya terdapat juga sirip lunak yang berukuran kecil
sekali. Sirip ekor berbentuk simetris pada daerah sekitar dubur terdapat
sirip yang agak panjang terdiri dari 30-33 jari-jari lunak. Sirip di
bagian perut memiliki 6 jari-jari lunak pada bagian dadanya ikan ini
memiliki sirip dengan 12-13 jari-jari lunak dengan sebuah jari-jari
keras yang berubah menjadi patil pada bagian ekor terdapat sirip yang
bercagak dan bentuknya simetris (Dewi, 2011).

0 Comments