Pengertian dan definisi dari ekosistem
air adalah ekosistem yang faktor lingkungannya eksternalnya yang
didominasi oleh air sebagai habitat dari berbagai organisme air.
Ekosistem air dapat dibedakan menjadi beberapa ekosistem yaitu :
- Ekosistem Sungai (ekosistem air tawar)
Untuk dapat membedakan dengan ekosistem
lainnya perlu diketahui Ciri-ciri ekosistem air tawar dan dapat
dijelaskan sebagai berikut :
- Salinitas (kadar garam) rendah, lebih rendah jika dibandingkan dengan sitoplasma.
- Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.
- Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas/kurang.
- Ekosistem air tawar tetap dipengaruhin oleh iklim dan cuaca, meskipun pengaruh tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekosistem darat.
Berdasarkan gerak airnya ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi ekosistem lentik dan lotik.
Ekosistem Lentik adalah
ekosistem yang airnya tenang atau diam misalnya danau, telaga dan rawa.
Ekosistem air tenang ini mencakup beberapa ekosistem antara lain danau
dan juga rawa. Untuk danau sendiri kembali dibagi ke dalam 4 wilayah
yakni :
- Wilayah Litoral : Titik ini adalah wilayah danau yang dangkal dimana cahaya menembus kedalaman air secara optimal. Suhu airnya lumayan hangat sebab berdekatan dengan tepi danau pada wilayah ini diketemukan tumbuhan air dengan akar dimana bagian daunnya mencuat ke permukaan air.
- Wilayah Limnetik : Adalah wilayah danau yang agak jauh dari tepi danau namun airnya masih bisa ditembus oleh cahaya matahari wilayah danau yang satu ini banyak dihuni oleh fitoplankton juga ganggang dan cynobakteri.
- Wilayah Profundal : Merupakan wilayah danau dengan tingkat kedalaman yang tinggi dan biasa disebut wilayah afotik wilayah ini banyak dihuni cacing juga beragam jenis mikroba.
- Wilayah bentik. Daerah ini berada di titik paling dasar dari danau dan di tempat ini terdapat beragam bentos juga sisaorganisme-organisme yang telah mati.
Ekosistem Lotik adalah
ekosistem yang airnya bergerak mengalir misalnya selokan, parit atau
sungai. Ciri-ciri ekosistem lotik adalah airnya mengalir dan merupakan
ekosistem terbuka dari kadar oksigen terlarut relatif tinggi. Aliran air
dalam ekosistem lotik merupakan faktor pembatas bagi organisme yang ada
di dalamnya artinya organisme yang tidak dapat melakukan adaptasi
terhadap adanya aliran air akan tersingkir. Aliran ini juga dapat
menjadi penentu jenis dan komposisi komponen biotik dalam ekosistem.
Aliran air tergantung pada topografi besarnya sungai dan debit air yang
mengalir misalnya jenis organisme di pinggir sungai berbeda dengan jenis
organisme di dalam atau di dasar sungai. Ekosistem lotik tidak tetap
melainkan berubah tergantung pada musim air sungai keruh dan banjir di
musim hujan sedangkan di musim kemarau airnya kecil dan bahkan
mengering. Keadaan ini merupakan suatu indikator adanya kerusakan
ekosistem darat didaerah sungai. Sebagai suatu ekosistem terbuka
ekosistem lotik memperoleh kiriman ebahan organik yang terbawa aliran
air dari daerah hulu atau daratan misalnya berupa bangkai, sampah atau
daun-daun yang gugur ke sungai. Meskipun dari ekosistem lotik itu
sendiri hewan-hewan dapat memperoleh makanan beberapa hewan sungai ada
yang memakan bahan organik yang terbawa aliran air. Jadi ekosistem lotik
mendapat pengaruh yang besar dari ekosistem daratan.
Sebagai ekosistem yang aliran air
memudahkan terjadinya persentuhan antara permukaan air yang luas dengan
udara. Apalagi jika disepanjang ekosistem lotik terdapat jeram,
riak-riak kecil dan air terjun. Keadaan yang demikian menyebabkan kadar
oksigen terlarut relatif tinggi. Tingginya kadar oksigen memberikan
kondisi pada hewan-hewan sungai untuk hidup dilingkungan yang cukup
oksigen sehingga mereka menjadi peka terhadap kekurangan oksigen. Adanya
bahan pencemar yang dapat mereduksi (mengurangi) oksigen terlarut dapat
menimbulkan bencana bagi hewan air itu.
- Ekosistem Laut
Indonesia merupakan negara kepulauan
mempunyai lebih dari 17.000 pulau yang dikelilingi oleh lautan.
Ekosistem laut Indonesia sangat menentukan iklim (suhu, kelembapan,
angin) flora dan fauna serta kehidupan penduduk. Luas perairan laut di
daerah pesisir dapat dilihat di bawah ini :
Laut :- Perairan teritorial (sampai batas 12 mil laut): 5,1 x 106 km2
- Paparan benua (sampai kedalaman 200 m): 3,0 x 106 km2
- Ekonomi ekslusif 200 mil : 2,7x 106 km2
Wilayah Pesisir :
- Panjang pantai : 81 x 1012 km²
- Hutan payau : 10 x 106 km²
- Hutan bakau : 3,6 x 106 km²
- Tambak : 183 x 1012 km²
Ekosistem Laut memiliki sifat khas yang tidak dimiliki oleh ekosistem lainnya sifat-sifat itu antara lain sebagai berikut :
- Berkadar garam sekitar 0,3% yang mirip dengan kepekatan protoplasma.
- Terdapat kehidupan disemua kedalaman, kecuali di dasar laut yang sangat dalam.
- Ekosistem laut saling bersambungan, dan memiliki kemungkinan untuk bercampur karena adanya sirkulasi air laut.
- Rantai makanan relatif panjang dengan kata lain, disepanjang rantai makanan terjadi pemboroson energi.
Lautan Indonesia merupakan lautan tropik
dengan suhu di lapisan permukaan yang relatif tinggi yaitu 26-30°C
sementara di lapisan lebih dalam suhunya lebih rendah cahaya matahari
menciptakan stratifikasi termal secara vertikal. Maksudnya suhu air laut
dipermukaan relatif tinggi dan semakin kedalam suhunya semakin rendah
karena daerah permukaan air laut cukup menerima cahaya matahari
sepanjang tahun maka produktifitas produser (fitoplankton) cukup tinggi.
Curah hujan di Indonesia cukup tinggi yang mengakibatkan lapisan
pemukaan laut memiliki kadar garam rendah berkisar antara 27-33 %°C
sedangkan di bagian lebih dalam kadar garamnya lebih tinggi. Ekosistem
laut lebih stabil terhadap pengaruh musim dibandingkan ekosistem
darat. Seperti halnya hutan tropik, lautan tropik, memiliki
keanekaragaman yang tinggi namun besarnya populasi masing-masing spesies
rendah. Oleh karena itu bentuk rantai makanan di perairan Indonesia
menjadi kompleks hal ini berbeda dengan lautan subtropik yang memiliki
keanakaragaman rendah tetapi jumlah populasi spesiesnya tinggi. Di
daerah pantai di Indonesia berkembang komunitas hayati yang khas
misalnya terumbu karang, hutan payau (mangrove) dan rumput laut.
Di dalam ekosistem laut terdapat
stratifikasi kedalaman akibat intensitas cahaya, suhu, kandungan mineral
yang pada akhirnya menentukan keanekaragaman hayati yang ada
didalamnya. Seolah-olah terdapat dua lapisan yang terpisah yaitu lapisan
atas dan lapisan bawah. Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang
dapat mencapainya ekosistem laut dibedakan menjadi ekosistem laut dalam dan ekosistem laut dangkal. Indonesia
sebagai negara kepulauan mempunyai laut yang luas dengan potensi
sumberdaya alam yang besar di dalamnya. Ekosistem Laut merupakan
ekosistem yang letaknya di laut maupun pesisir pantai. Ekosistem laut
dibedakan menjadi ekosistem laut dalam dan ekosistem laut dangkal.
- Ekosistem Laut Dalam
Bila kita melihat laut yang warnanya biru
tua tentu kita mengetahuinya sebagai laut yang sangat dalam. Laut yang
dalam sangat gelap tidak ada cahaya matahari, cahaya matahari hanya
dapat menembus air laut hingga kedalaman 20-30 m. Lebih dalam dari itu
cahaya matahari tidak dapat menembusnyadan di laut dalam cahaya matahari
tidak dapat menembus atau tidak sampai ke dasar laut, daerah ini
disebut daerah afotik. Ini berarti bahwa di
laut tidak terjadi fotosintesis kadar oksigennya juga rendah didaerah
demikian itu tidak terdapat produser yang fotoautotrof. Yang terdapat
hanyalah organisme heterotrof yang mengandalkan jatuhnya sisa-sisa
organik dari lapisan diatasnya jadi di laut dalam terdapat detritivor
dan scavanger. Keanekaragaman hayatinya rendah jika tidak ada arus laut
yang “mengaduk” daur mater di dalam laut dalam merupakan daur yang
terputus. Semua makanan yang masuk ke laut dalam akhirnya diurai dan
diendapkan di dasar laut jadi dilaut dalam terdapat zat-zat organik yang
lebih kaya dibandingkan dengan di laut dangkal.
- Ekosistem Laut Dangkal
Sedangkan di pesisir pantai kita dapat
menikmati keindahan alam yang ada serta dapat berrekreasi dengan wisata
pantai seperti berenang, berperahu, memancing dan aktivitas lainnya.
Daerah ini merupakan daerah laut yang dangkal banyak aktivitas di
dalamnya. Laut dangkal merupakan daerah fotik
yang berarti daerah yang dapat dicapai oleh cahaya matahari. Di daerah
ini berlangsung proses fotosintesis dan produser yang berperan adalah
fitoplankton dan gangang laut mikroskopis. Kadar oksigen di daerah ini
lebih tinggi dari pada di daerah afotik di laut dalam oleh sebab itu
daerah yang demikian memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Contoh
ekosistem laut dangkal adalah ekosistem terumbu karang, ekosistem pantai
batu dan ekosistem pantai lumpur.
a) Ekosistem Terumbu Karang
Di dalam ekosistem ini banyak ditemukan
cangkang coelenterata yang telah mati yang menyusun batu karang.
Cangkang yang mati beserta hewan-hewan air selurunya disebut sebagai
terumbu karang. Syarat hidup binatang karang adalah air lautnya jernih,
arus dan gelombang kecil, serta lautnya dangkal. Didalamnya hidup
berbagai macam biota laut seperti coelenterata, cacing, Mollusca (siput,
kerang), Enchinodemata, Athropoda dan berbagai jenis ikan
berwarna-warni. Bianatang-binatang tersebut memiliki nilai ekonomi yang
tinggi.
Indonesia memiliki beberapa ekosistem
terumbu karang yang indah yang dijadikan objek wisata misalnya di pasir
putih Jawa Timur, Bali, Bunaken dan Maluku. Pengambilan karang dan
binatang-binatang dari ekosistem ini dapat merusak ekosistem dan pada
akhirnya akan menyebabkan punahnya keanekaragaman hayati di dalamnya.
Demikian pula penangkapan ikan menggunakan aliran listrik atau racun
(tuba/putas) dapat merusakan ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu
karang terbentuk dalam waktu yang lama apbila punah kita tidak akan
dapat memunculkannya kembali oleh karena itu kita perlu menjaga
kelestariannya.
b). Ekosistem Pantai Batu
Pantai terjal yang berdinding batu
memiliki bongkahan-bongkahan batu yang membentuk ekosistem pantai batu.
Pada ekosistem ini lingkungan eksternalnya didominasi oleh batu,
kerikil, atau kapur. Misalnya ekosistem pantai batu yang terdapat di
pantai selatan jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan pantai barat
Sumatra. Vegetasinya didomunasi oleh ganggang misalnya Sargassum dan
Eucheuma yang tingkat keanekaragamannya rendah.
c) Ekosistem Pantai Lumpur
Di dekat muara sungai banyak terdapat
endapan lumpur yang menyusun ekosistem pantai lumpur. Ekosistem pantai
lumpur banyak di jumpai di pantai utara Jawa, Kalimantan dan Irian Jaya.
Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan mangrove dan rumput laut.
Ekosistem ini juga merupakan ekosistem yang memiliki keanekaragaman
hayati tinggi didalamnya hidup antara lain kepiting, udang, dan ikan
glodok.

1 Comments
Salam kenal Saya TKI DI MALAYSIA
ReplyDeleteMaaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya inilah kenyataannya...
Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (Arab Saudi) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 257 juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemaring saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
KI BARONG di Nomor telfon 0852 8895 8775 di jamin bantuan beliau 100% …
Atau,>>KLIK DISINI UNTUK INFO BANTUAN KI BARONG<<
BANTUAN DARI KI BARONG
1.PESUGIHAN
2.TOGEL
3. DANAH GHAIB
4.PENGGANDAAN UANG
5.UANG BALIK
6.PEMIKAT
7.PENGLARIS BISNIS (Jualan,Tokoh,warung)
8.PERLANJAR DALAM BERBAGAI HAL
Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Saudi semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi KI BARONG di nomor 0852 8895 8775 Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda memilih jln pintas buat masalah Anda.