Salah satu yang akan dilakukan oleh PT Liga adalah pemberlakuan financial fair play dengan cara pragmatis. Maksudnya, tiap klub harus bijak dalam menggelontorkan dana untuk mengontrak pemain sehingga tak memberatkan klub perihal budget.
"PT Liga Indonesia dan klub merasionalisasi pembiayaan di level klub. Terobosan yang diambil dengan mengimplementasikan financial fair play secara pragmatis lewat budget dan player performance index," papar CEO PT Liga, Joko Driyono.
Nantinya, akan ada tim untuk menentukan nilai kontrak yang layak untuk diberikan kepada pemain. Itu berdasarkan cap dan juga performa pemain. Tim tersebut dibentuk berdasarkan amanat dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"RUPS mengamanatkan kepada PT Liga untuk membentuk tim kecil, paling lambat Juli 2015 untuk melakukan penilaian indeks pemain di ISL dalam referensi kontrak pemain. Pembicaraan berkembang serta dimungkinkan marquee player apabila pembiayaan melebihi budget cap yang ditetapkan. Maka marquee player pengecualian."
=SASAJI=

0 Comments