Tujuan Wisata Kelas Dunia
Lereng Gunung Slamet, salah satu gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, memiliki berbagai macam wisata air yang memesona. Salah satunya adalah objek wisata Sungai Tungtung Gunung, yang berada di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari.
HULU Sungai Tungtung Gunung berada di
salah satu lereng Gunung Slamet. Ia pun menjanjikan salah satu wisata
olahraga air yang cukup ekstrem, yakni kayak, perahu mini berpenumpang
tunggal dengan kayuhan dayung. Bahkan, Sungai Tungtung yang masuk dalam
kategori sungai gunung atau creek itu diklaim sebagai tempat tujuan
wisata kayaking dengan kualitas kelas dunia.
Koordinator Instruktur Sekolah Kayak
Tirtaseta Kabupaten Purbalingga Puji Jaya mengatakan, pada 2011 salah
seorang kayaker top Eropa dari Slovenia Andraz Krpic sempat menjajal
Sungai Tungtung. Presiden Freestyle Kayaking Slovenia itu mengaku
terkesan dengan sungai tersebut.
“Menurutnya, Sungai Tungtung Gunung Purbalingga
memiliki daya tarik untuk kegiatan creek boa- ting (kayaking di sungai
curam, Red). Andraz mengatakan, Sungai Tungtung Gunung memiliki level
kelas dunia,” jelas Puji.
Sungai Tungtung punya tiga kriteria yang
bisa jadi penilaian utama kayaking dunia. Yakni,bebatuan sungai yang
membentuk terjunan, kualitas air yang mumpuni, serta view atau
pemandangan yang elok. “Dari tiga kriteria itu, Sungai Tungtung terbukti
punya daya tarik sangat khas,” ungkap Puji.
Bahkan, Andraz menilai tidak mungkin
kayaker kelas dunia tidak menyukai Sungai Tungtung. Sebab, sungainya
curam dan airnya bening tanpa polusi serta hangat untuk ukuran orang
Eropa. Selain itu, pemandangannya menakjubkan.
Puji menjelaskan, kondisi Sungai
Tungtung mirip dengan sungai-sungai di Corsica, Italia, yang merupakan
sungai klasik dan ramai dikunjungi wisatawan kayaking dunia. “Bedanya,
suhu air sungai di sini 22 derajat Celsius. Di Corsica bisa di bawah
nol,” jelasnya.
Jalur tengah Sungai Tungtung yang
dijadikan wisata kayaking kelas dunia itu selebar 3 hingga 4 meter.
Arusnya deras dengan turunan curam berbatu yang hanya bisa dilalui
dengan kayak. “Di sisi kiri dan kanan sungai, hutan pinus menjadi
pemandangan sekitar yang dominan. Sungai ini cocok bagi kayaker yang
sudah memiliki keterampilan tingkat lanjut (advance, Red)” bebernya.
Puji menambahkan, jalur bawah Sungai
Tungtung sepanjang 5 kilometer kali pertama diarungi tim Tirtaseta pada
2009. Sedangkan jalur atas (upper section) sungai itu, sepanjang 3
Jingga 4 kilometer, hingga kini belum pernah diarungi. “Jalur atas
sungai ini, yang tidakkalah menantang dan indahnya, kami simpan untuk
program first descent (pengarungan kali pertama) berikutnya,” tambah
Puji

0 Comments