Sroto
(nama sebutan soto untuk wilayah Purbalingga dan Banyumas) juga terkenal.
Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu
sambal kacang yang pedas legit, menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi
suwiran daging dan remasan krupuk. Beda Sroto Sokaraja dengan Sroto Purbalingga
juga bisa dilihat dari kerupuknya. Umumnya Sroto Sokaraja menggunakan krupuk
warna warni, sedangkan Sroto Purbalingga menggunakan krupuk merah putih. Sroto
Purbalingga yang kesohor terutama sroto kriyiknya. Di sini setelah
daging ayam disuwir untuk sroto maka "rongkong"nya (tulang dada)
digoreng kering dan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing dan kriyik-kriyik,
itu sebabnya disebut sroto kriyik. Selain sroto kriyik, ada juga sroto so yang
tak kalah nikmat. Sroto So ini mirip pada umumnya sroto khas Purbalingga, hanya
saja ada tambahan daun melinjo atau yang biasa disebut 'so' yang menambah cita
rasa unik makanan berkuah ini, lokasinya sekitar 4 KM dari pusat kota yaitu
berada di desa Bojong. Sroto khas lainnya biasa disebut sesuai lokasinya,
seperti Sroto Bancar dan Sroto Jatisaba.
Ada
lagi makanan khas yang sering diburu orang ketika bertandang ke Purbalingga,
yaitu Buntil. Buntil ini dibuat dari kukusan daun keladi, daun pepaya atau daun
singkong yang diisi parutan kelapa dicampur ikan teri, diberi bumbu bawang,
cabai, lengkuas, asam, garam, dsb. Cara penyajiannya, buntil disiram kuah pedas
berbahan utama santan dan cabai merah, lengkap dengan cabai rawit dibiarkan
utuh, tidak diiris. Sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi yang baru
tanak. Untuk oleh-oleh, sebaiknya beli Buntil yang tidak bersantan, karena bisa
tahan sampai seminggu. Buntil hampir selalu tersedia di setiap pasar pagi di
berbagai pelosok Kabupaten Purbalingga. Namun yang paling terkenal Buntil Pasar
Kutasari. Untuk mendapatkan semangkuk buntil di Pasar Kutasari, orang rela
mengantri sejak pagi.
Makanan yang paling dikenal di Purbalingga adalah mendoan,
ini adalah makanan yang dibuat dari tempe kedelai. Istimewanya,
pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya, jadi
mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan adalah tempe
tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe
ini diberi tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang.
Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama
akan menjadi tempe "muledi" yang sedikit agak liat. Lebih lama lagi
sampai kering maka disebut tempe "keripik".
Purbalingga
juga dikenal sebagai tempat pabrik Slamet, yang memproduksi permen Davos sejak tahun 1931 , permen ini
sangat dikenal sejak zaman dulu. Oleh-oleh istimewa lainnya apalagi kalau bukan
kacang mirasa. Penampilannya bolehlah gosong dan mirip kacang kulit khas
pedesaan. Tapi rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya dan membawanya
sebagai oleh-oleh. Berbeda dnegan kacang kulit pabrikan, kacang mirasa dibuat
dengan cara merendamnya pada air sehari semalam. Keesokan harinya dilumuri
garam dan dibiarkan dalam bak selama sehari semalam juga. Besoknya baru
direndam air lagi selema sehari semalam. Kemudian dijemur di bawah sinar
matahari, baru setelah kering disangrai dengan pasir. Jadilah kacang khas
Purbalingga yang renyak dan 'kemlithik'.
Sate
Blater juga bisa menjadi menu pilihan lain yang khas dari Purbalingga. Disebut
Sate Blater karena asal muasal sate ini dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah.
Meski sama-sama sate ayam, Sate Blater sedikit berbeda dengan sate madura atau
sate ayam lainnya. Perbedaannya terletak pada cara memasaknya. Jika pada
umumnya sate dibakar saat daging masih mentah, kalau sate blater sebelum
dibakar harus direndam dalam bumbu rahasia racikan khas orang-orang Desa
Blater, dan saat dibakarpun masih berkali-kali dilumuri bumbu yang sama.
Sehingga cita rasanya memang sangat terasa hingga gigitan terakhir. Proses
memasak yang berbeda, membuat sate ini juga kuat disimpan hingga tiga hari.
bahkan jika disimpan di lemari pendingin bisa lebih lama lagi.
Selain
makanan, Purbalingga juga dikenal dengan es duriannya yang selalu membuat
kangen. Meskipun saat ini banyak yang meniru, tidak ada yang menandingi rasa
khas es durian Tugu Bancar racikan Pak Kasdi. Di dalam semangkuk es durian, daging
buah durian disiram gula merah cair dan santan kelapa segar, ditambah serutan
es batu hingga menggunung. Tak berhenti sampai disitu, gunungan es durian itu
masih disiram susu kental manis dan sesendok cokelat panas.
#Cinta tanah kelahiran..

0 Comments